Blog

+ - x : di Uma = sama sama terbantu

8 December 2013

Menghitung balik berdasar KEBUTUHAN


Pernahkah Anda iseng bertanya pada siapapun yang rutin mengurusi memasak di dapur?

Mungkin Ibu Anda, adik, atau pembantu... atau malah Anda sendiri, "berapa banyak menanak beras setiap hari?"

Setiap berapa hari membeli stok beras? Dalam sebulan berapa Kilogram diperlukan?

 

Tentu jawabannya bervariasi, sangat tergantung pola makan, serta jumlah yang mengkonsumsi.

Coba bersama kita ingat hal-hal sehari-hari yang karena begitu biasanya mengalir, kita sering tak terlalu menghitungnya. Sehingga kita bisa temukan angka KEBUTUHAN rata-rata per-bulan, lalu per-musim tanam.

Kenapa sampai memperhitungkan musim tanam?

nanti akan kita pahami mengapa :)

 

Baiklah untuk contoh perhitungan sederhana, saya gunakan jawaban Ibu saya:

"Setiap hari Ibu menanak beras 1 Kg." 

jadi sebulan habis 30 Kg.

Semusim tanam yang 4 bulan berarti 120 Kg (umur padi 100 hari), atau 180 Kg jika musim Padi Tahun (umur padi 140 hari).

 

Keluarga lain tentu beda-beda.

Dan beras, untuk mereka yang ber-adat Bali, bukan hanya untuk stok pangan keluarga sendiri, tapi juga untuk mesima.

Saya coba bertanya pada beberapa orang, ada yang menyebut stok 4 Kuintal gabah untuk makan dan mesima selama semusim.

Silakan Anda temukan angka KEBUTUHAN ANDA :)

Hitungan Hasil UMA

Baiklah sekarang kita menengok ke hitungan 'moderat' hasil sepetak Uma.

Dari pengamatan terhadap beberapa sample yang mempraktekkan bertanam Padi dengan perlakuan Organik, saya temukan per meter persegi menghasilkan BERAS seberat 333 gram :)

sehingga 1 are terkumpul 33,3 Kg BERAS.

 

Hitungan panen bisa beragam tergantung jenis Padi dan cara panen.

Baiklah kita jangan dibingungkan oleh itu dulu :) silakan nanti jika Anda para Sahabat UMA berjumpa dengan para Petani, bertanyalah... bagaimana kebiasaan mereka? apa yang berubah? apa harapan mereka, dsb.

 

Mempertemukan Kebutuhan dan Produksi


Ide Sahabat UMA WALI adalah mempertemukan harapan.

Petani berharap apa yang mereka tanam ada yang membeli, dengan harga wajar tentu.

Konsumen berharap mendapat kualitas yang baik, serta harga yang ekonomis.

Ada 'kesempatan' positif yang muncul karena harapan kedua pihak -yang biasanya tak saling bertemu itu-.

 

Karena Sahabat UMA WALI berniat menggerakkan empati individu peduli, maka dasar perhitungan wajarnya adalah KEBUTUHAN individu tersebut untuk keperluan keluarga, atau siapapun yang mereka ingin berikan.

Perkecualian dan porsi lebih besar diharapkan muncul dari para "tengkulak budiman", jumlahnya sesuai kebutuhan perputaran perdagangan mereka.

 

Angka 100 Kg sebagai satuan Paket, sudah mendekati angka moderat kebutuhan Beras keluarga.

itu setara dengan hasil bersih 3 ARE UMA.

Artinya ketika seorang bersepakat mengambil 1 Paket ANDIL SAHABAT UMA WALI, terjadi jaminan pembelian untuk 3 Are bagi petani.

Tentu saja seorang boleh mengambil lebih dari 1 Paket :)

Dan kita perlu dukungan banyak individu peduli.

 

Lalu di mana perimbangannya serta nilai strategisnya?

Sudah menjadi pepatah lumrah: Petani jual gabah, beli beras.

Kebiasaan menjual borongan -karena 'praktis'- memang membuat petani melepas semua hasil sawahnya. Terima uang bersih. Yang mengurus panen pun para saudagar yang memborong. Biasanya petani malah membeli beras, karena 'praktis' juga. Malahan berasnya bersih, mulus... yang artinya pula, petani yang memperlakukan tanaman Padinya dengan segala hormat, belum tentu menikmati kebaikan hasil kerjanya.

Program pendampingan dengan pendekatan perSAHABATan ini menekankan nilai-nilai keterbukaan, keakraban, saling membantu.

Sesuai dengan luasan Uma garapannya, kita berharap Petani memiliki stok pangan yang cukup untuk keluarganya. Hal-hal ke arah itu yang perlahan difasilitasi. Karena tentu ada yang bisa langsung kemBali dengan cara lama yg dahulu pernah ada, ada yang mungkin masih terdesak oleh keadaan.

Tetapi sebagai skema yang memperhatikan para pihak, sistem perdagangan yang kontinyu dan berintegritas, maka saling pengertian, membantu di titik yang tepat, adalah juga nilai dari gagasan ini.